Mengukur kualitas sistem dari sisi Aplikasi


Pada zaman yang sudah modern seperti sekarang ini, nyaris tidak ada satupun perusahaan yang mengandalkan Teknologi komputer menjadi pendukung ferformance bagi sistem perusahaannya. Seperti kita telah ketahui, sistem terdiri dari Hardware, Software, dan Brainware. Pada kesempatan ini akan dibatasi dari sisi Software dan lebih fokus lagi di sisi aplikasinya.

Seiring dengan kemajuan itu maka berkembanglah aplikasi-aplikasi untuk mendukung seluruh aspek bisnis yang ada bagai jamur yang tumbuh di musim hujan. Saking banyaknya malah menjadi masalah tersendiri bagi perusahaan yang akan memulai menggunakan teknologi ini, pertanyaan terbesarnya adalah harus mana yang dipilih? Salah-salah dalam memilih aplikasi, alih-alih performa makin meningkat, yang ada malah semakin ruwet.

Sekarang, apabila sudah terlanjur memakai suatu aplikasi untuk mendukung sistem yang sudah ada, bagaimana cara mengidentifikasi apakah aplikasi itu cocok, atau malah membuat masalah baru.

Diantara Indikator-indikator sistem yang mengalami masalah adalah :
1. Keluhan pelangan terhadap pelayanan.
2. Pelaporan yang salah / terlambat / sulit.
3. Pembayaran yang terlambat.
4. Biaya operasi yang tinggi.
5. Investasi yang tidak efisien.
6. Peramalan penjualan dan produksi yang salah.
7. Waktu kerja yang berlebihan.
8. Kesalahan manual yang tinggi.
9. Pengolah file-file yang tidak teratur, dan lain-lain.

Naah, apabila indikator-indikator diatas lebih banyak yang terjadi, dan malah menjadi kebiasaan, maka sudah saatnya mengembangkan atau malah melirik yang lain
Berbicara masalah pengembangan sistem, maka usaha ini harus memberikan peningkatan dalam aspek-aspek :
1. Performance (hasil kerja)
2. Information (kualitas)
3. Economy (keuntungan, penurunan biaya)
4. Control (pengendalian kesalahan)
5. Efficiency (efisiensi operasi/sumber daya)
6. Services (pelayanan)

Dan sejak awal harus disadari ada beberapa hal sebagai prinsip pengembangan sistem :
1. Mendukung kebutuhan informasi manajemen.
2. Memerlukan investasi modal yang besar.
3. Membutuhkan staff yang terlatih/terdidik.
4. Membutuhkan perencanaan, koordinasi dan tahapan kerja.

Tetapi apabila sistem yang ada sudah memenuhi kriteria-kriteria :
1. Relevance (sesuai kebutuhan).
2. Capacity (kapasitas sistem).
3. Efficiency (efisiensi sistem).
4. Timeliness (ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi).
5. Accessibility (kemudahan akses).
6. Flexibility (keluwesan sistem).
7. Accuracy (ketepatan nilai dari informasi).
8. Reliability (keandalan sistem).
9. Security (keamanan sistem).
10.Economy (nilai ekonomis sistem).
11.Simplicity (kemudahan sistem digunakan).
maka sistem yang ada termasuk efektif dan efisien, tinggal maintenace supaya mencapai performance yang optimal.

————–
disarikan dari : http://kuliah.dinus.ac.id/ika/prc1.html

2 Balasan ke Mengukur kualitas sistem dari sisi Aplikasi

  1. Novan mengatakan:

    Kriteria tsb anda dapat teori dr buku / juranal apa? Bisa dong bantu saya kirimkan softcopy nya, krn kebetulan saya lg mencari bahan tesis. Thx

  2. Siti Marifah mengatakan:

    anda punya data atau buku atau artikel mengenai sistem kualitas yang lainnya tidak? kalau ada tolong kirimkan softcopynya untuk bahan tugas saya. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: