Mengutip Pelajaran Berharga dari Pengalaman Hidup Oom Bill Gates


Sebuah tulisan di Detikinet yang saya baca Kamis 19/07/07 membuat saya semakin optimis menghadapi kehidupan -insyaalloh-  bahwa gelar bukanlah kunci utama kesuksesan seseorang. Betapa tidak, disaat usianya muda dia harus meninggalkan kuliahnya di Harvard University alias drop out -sebuah gelar yang tidak diminati orang banyak- untuk mewujudkan impiannya, dan ditakdirkan berhasil mewujudkannya, sementara saat usianya yang sudah senja dan berhasil meraih impiannya ternyata dia kembali ke kampusnya untuk menyelesaikan tugas yang tertunda dan berpuluh-puluh tahun ditinggalkannya.  Berikut tulisan yang ada di DetikInet :

Jakarta, Setelah menunggu selama 32 tahun, Bill Gates, pemimpin sekaligus pendiri Microsoft akhirnya berhasil meraih gelar sarjananya dari Universitas Harvard. Tepat pada 7 Juni lalu, pria bernama asli William Henry Gates III ini memperoleh gelar kehormatan sebagai Doktor Hukum Universitas Harvard.

Gates meninggalkan kuliahnya di Harvard pada tahun awal kuliah setelah sukses menjual bahasa pemrograman pertama ciptaannya bertajuk BASIC untuk MITS Altair. Ia kemudian mendedikasikan dirinya untuk Microsoft yang didirikannya pada tahun 1975 bersama Paul Allen.

“Saya telah menunggu lebih dari 30 tahun untuk mengatakan ini: ‘Ayah, aku selalu berkata bahwa aku akan kembali ke sini dan akhirnya mendapatkan gelarku’. Aku berterima kasih pada Harvard untuk kehormatan ini. Aku akan berganti pekerjaan tahun depan dan senang rasanya bahwa pada akhirnya aku memiliki gelar sarjana di riwayat hidupku. Aku juga gembira dengan mereka yang menyebutku sebagai ‘dropout’ Harvard paling sukses”.

“Saya bisa menyebut diri saya sebagai yang paling sukses dari mereka yang gagal,” canda Bill Gates lagi, yang menyebutkan bahwa ia merasa telah memberi pengaruh buruk sehingga Steve Ballmer, CEO Microsoft, juga mengikuti jejaknya dengan meninggalkan kuliah di Harvard, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (11/6/2007).

Tidak hanya mendapat gelar sarjana, Gates juga mengaku ingin berganti pekerjaan. Tahun 2008 ini, Gates bersiap keluar rutinitasnya di Microsoft. Dia telah memutuskan untuk mengakhiri karir dalam membangun perusahaan software terbesar di dunia itu. Setelah musim panas 2008 nanti, Gates mengaku akan fokus mengurusi yayasan Bill dan Mellinda Gates. Kini, tidak disangsikan bahwa dia pun akan memberikan pengaruh besar dalam pekerjaan kemanusiaan di dunia.

“Salah satu kenangan terbesar saya di Harvard datang pada tahun 1975, ketika saya menghubungi sebuah perusahaan di Albuquerque yang mulai membuat komputer pribadi pertama. Saya menawari mereka software. Saya takut mereka akan menolak karena saya hanyalah seorang mahasiswa. Namun mereka berkata bahwa saya harus datang beberapa bulan lagi karena mereka belum siap. Sejak itu, saya bekerja siang malam untuk proyek kecil ini yang akhirnya membuat saya harus mengakhiri kuliah. Peristiwa tersebut juga menjadi awal perjalanan Microsoft yang luar biasa,” tambahnya.

Ketekunan Gates akhirnya membuat Microsoft sekarang begitu berjaya. (dwn/dwn)

dicopas dari : http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/06/tgl/11/time/130146/idnews/792145/idkanal/398

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: