10 Kriteria Software Akuntansi yang Bagus (Menurut Saya :) )


Pada zaman modern seperti sekarang ini, sungguh keberadaan software akuntansi merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak bagi setiap perusahaan yang ingin memenangkan persaingan bisnis. Software akuntansi merupakan salah satu tool yang sangat dibutuhkan guna mengolah data dan menyajikan informasi dengan cepat dan tepat. Pada perkembangannya software akuntansi bukan lagi merupakan software yang berfungsi hanya untuk mencatat transaksi-transaksi akuntansi saja melainkan sudah menjelma menjadi paket software bisnis lengkap mulai dari modul pembelian, penjualan, stock, assembling, manufaktur, hutang, piutang, GL,dll.

Memilih software akuntansi yang cocok untuk diimplementasikan diperusahaan bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah, karena ini menyangkut investasi yang nilainya tidak sedikit. Jika kita salah dalam memilih software akuntansi, bukannya akan bernilai sebagai investasi bisa jadi malah akan menjadi beban perusahaan. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan matang-matang sebelum melakukan pembelian dengan memperhatikan beberapa kriteria yang ditentukan sebelumnya.

Pada kesempatan kali ini saya ingin meng-share beberapa kriteria software akuntansi yang bagus, yang layak untuk diimplementasikan di perusahaan sehingga memiliki nilai investasi yang tinggi . Berikut diantaranya : 

1. Memenuhi standar laporan keuangan Indonesia

Laporan keuangan yang dimaksud terutama pada bagian format laporan neraca yang berbeda dibandingkan dengan format negara lain seperti Malaysia atau Singapore yang cenderung mengadopsi format laporan Inggris. Lebih baik jika software akuntansi tersebut bisa flexible memenuhi kedua format tersebut dan dapat dicetak dengan dua bahasa berbeda. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan perusahaan yang sipatnya join venture antara pengusaha Indonesia dan pengusaha Asing.

2. Memenuhi kebutuhan transaksi perpajakan terutama PPN dan PPh .

Software yang dapat menghitung PPN, mencetak faktur pajak, memotong PPh tentunya akan sangat membantu staff pajak dalam menerbitkan dokumen atau menyusun laporan pajak.

3. Transaksi dan Laporan memenuhi standar operasional perusahaan.

Sebagai contoh pada sisi pembelian, untuk perusahaan yang masih kecil mungkin hanya akan memerlukan proses pembelian yang dimulai dari Purchase Order ->Purchase Invoice -> Account Payable, dimana proses penerimaan barang akan dilakukan bersamaan dengan proses pencatatan tagihan/ AP. Tetapi untuk perusahaan yang lebih besar tentunya memerlukan tambahan proses yakni untuk penerimaan barang yang pada umumnya dilakukan oleh staff gudang, sehingga flownya menjadi : Purchase Order -> Goods Received Note -> Purchase Invoice -> Account Payable

4. Jaminan support/ layanan purna jual mudah didapat

Hal ini sangat penting karena jika sewaktu-waktu kita membutuhkan bantuan akan sangat mudah didapatkan, dengan kata lain jaminan support ini merupakan jaminan seberapa lama kita akan dapat menggunakan software akuntansi tersebut🙂

5. Dikembangkan oleh pengembang terpercaya

Cara mengetahui pengembang yang dipercaya tidak mesti dilihat dari iklannya tetapi bisa dilihat dari track reccord-nya selama ini, sudah berapa lama menjalankan bisnis yang sama atau sudah berapa lama software ini dikembangkan, sudah berapa perusahaan yang menggunakan, sudah berapa user yang memakai, dan pertanyaan-pertanyaan serupa dengan itu.

6. User friendly

User friendlu merupakan kriteria bagi user, semakin user friendly suatu software akuntansi maka user akan semakin nyaman mengoperasikannya. Dengan demikian, diharapkan semoga semakin mudah pula mengimplementasikannya. Sebagai contoh, tampilan dapat disesuaikan berdasarkan user atau grup user.

7. Mudah dipelajari, dan diimplementasikan

Desain sistem yang baik, tutorial/help file yang baik dan lengkap, bila perlu tersedia dalam versi video merupakah penunjang utama untuk mempermudah dalam mempelajari software akuntansi selain dari adanya trainner baik pula.

8. Teknologi yang digunakan merupakan teknologi terkini 

Dengan menggunakan teknologi terkini, setidaknya software tersebut akan dapat dipakai minimal lima tahun kedepan atau bahkan lebih. Selain itu, software akuntansi tersebut akan tetap dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi sistem operasi yang baru.

Teknologi baru biasanya memiliki kemampuan/fitur baru. Sebagai contoh, jika kita menggunakan database engine Microsoft Sql database  atau Oracle database maka kita akan mendapatkan beberapa hal positif, diantaranya :

– Kapasitas lebih besar,

– Lebih stabil, database engine lama biasanya jika data sudah besar maka proses akan melambat dan tak jarang crash, hilang data, harus reindex, dll

– Pemrosesan data lebih cepat, kenapa ? karena terdapat fitur cache yang dapat dianalogikan sebagai kulkas di dapur kita

9. Mudah Customize/ Flexible

Kebutuhan bisnis yang sering sekali berubah seiring strategi bisnis yang diterapkan perusahaan tidak jarang berdampak pada keharusan software akuntansi mengimbangi perubahan yang ada, maka sangat perlu dipertimbangkan kemampuan software akuntansi tersebut seberapa besar dapat mengakomodasi kebutuhan akan perubahan tersebut.

10. Sesuai dengan budget yang tersedia

Ini tentunya merupakan suatu hal yang sangat penting karena seberapapun cocoknya kalau seandainya budget yang ada tidak mencukupi maka softare akuntansi tersebut tidak bisa dibeli, atau … bersabar menabung budget untuk membelinya🙂

Demikian beberapa kriteria yang saya catat disini, jika dirasa ada yang kurang silahkan ditambahkan.

Semoga bermanfaat.

Terima kasih.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: